Seragam bola dan identitas supporter
Musim kompetisi 2010-2011 liga-liga di Eropa berakhir sudah. Buat para penikmat sepakbola terutama Liga Eropa, ini adalah saat-saat seru meng-update berita-berita baru di luar hasil pertandingan.
Anda benar! Berita transfer! Tidak sabar rasanya menunggu bulan Agustus 2011 saat kita mengetahui pasti apakah klub favorit kita telah berhasil mendatangkan pemain baru, namun untuk sementara kita bersabar dulu sambil sibuk membaca berita atau gosip-gosip transfer pemain dan berita Copa Amerika tentunya.
Ada hal lain yang tidak kalah menarik selain berita transfer pemain dalam menyongsong musim kompetisi 2011-2012. Continue reading
Seragam Bola dan Psikologi
Di dalam Seragam bola banyak sekali hal yang terkait, selain sebagai Simbol (Kebanggan Tim). Seragam punya nilai psikologis untuk si pemakai maupun yang melihat. Kita bisa ambil contoh seragam Liverpool yang menyebabkan Liverpool memiliki julukan The Reds. Selama 60 tahun Liverpool menggunakan seragam merah dengan celana putih hingga pada tahun 1964 Bill Shankly memutuskan untuk mengirim tim ke lapangan menggunakan seragam yang serba merah untuk pertama kali melawan Anderlecht. Seperti yang diceritakan kembali oleh Ian St. John pada autobiografinya. 
Beliau menganggap bahwa skema warna akan memberi dampak psikologis- merah untuk bahaya, merah untuk kekuatan. Suatu hari dia datang ke kamar ganti dan melemparkan sepasang celana pendek merah kepada Ronnie Yeats. “Pakailah celana itu, dan mari kita lihat seperti apa kau terlihat, ”dia berkata. “Oh Tuhan, Ronnie, kau terlihat sangat mengerikan. Kau terlihat mempunyai tinggi 7kaki.”” Kenapa tidak kita teruskan saja semua, bos?”aku menyarankan.” Kenapa tidak berkaus kaki merah? Ayo kita keluar dengan semua merah.” Shankly pun menyetujui dan seragam itupun menjadi ikon Liverpool hingga saat ini.
Jadi banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain sebuah seragam bola, bukan hanya sekedar estetika.

