Seragam Bola dan Psikologi
Di dalam Seragam bola banyak sekali hal yang terkait, selain sebagai Simbol (Kebanggan Tim). Seragam punya nilai psikologis untuk si pemakai maupun yang melihat. Kita bisa ambil contoh seragam Liverpool yang menyebabkan Liverpool memiliki julukan The Reds. Selama 60 tahun Liverpool menggunakan seragam merah dengan celana putih hingga pada tahun 1964 Bill Shankly memutuskan untuk mengirim tim ke lapangan menggunakan seragam yang serba merah untuk pertama kali melawan Anderlecht. Seperti yang diceritakan kembali oleh Ian St. John pada autobiografinya. 
Beliau menganggap bahwa skema warna akan memberi dampak psikologis- merah untuk bahaya, merah untuk kekuatan. Suatu hari dia datang ke kamar ganti dan melemparkan sepasang celana pendek merah kepada Ronnie Yeats. “Pakailah celana itu, dan mari kita lihat seperti apa kau terlihat, ”dia berkata. “Oh Tuhan, Ronnie, kau terlihat sangat mengerikan. Kau terlihat mempunyai tinggi 7kaki.”” Kenapa tidak kita teruskan saja semua, bos?”aku menyarankan.” Kenapa tidak berkaus kaki merah? Ayo kita keluar dengan semua merah.” Shankly pun menyetujui dan seragam itupun menjadi ikon Liverpool hingga saat ini.
Jadi banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain sebuah seragam bola, bukan hanya sekedar estetika.
